Nabastala Tak secerah biasanya
Terlihat dari keruhnya payada
Layaknya perasaan kalbu
Yang terjebak dalam kubangan sendu

Hujan kali ini menambah rindu
Kulangkahkan kaki ini menerpa angin
Kutuntun raga ini menebas gelisah
Serta tangan yang tak kuasa menggengam

Saat gelap makin merayap
Wajah bermandi peluh itu tersenyum
Tangan tanda perjuangan merangkul
Seakan ingin melindungiku

Saat diriku sakit oleh kejamnya dunia
Dipangkuan ibu dan bapak ku mengadu
Saat diriku meniti haluan payah
Kalian bantu aku dalam doa

Suaramu seperti angin yang menyegarkan
Senyummu seperti awan yang meneduhkan
Kaki yang menahan beban kehidupan
Serta badan yang menopang kegiatan

Restisalya ini semakin merasuk dalam atma
Ketika terekam jelas segala mala mereka
Ketika perjuangan yang tiada tara
Kuat walau bumi terus menindih

Ini hanya ungkapan rindu
Rindu akan senyum suara merdu
Namun apa yang harus dilafalkan?
Ketika ibu dan bapak hanya dapat terucap.

Nusantara, 09 Oktober 2018

Yang mengerjakan :
1. Vina Mahyona
2.fathiyah
3.Erlangga
4. Hera
5. Tri Wahyuni
6. Muarifatussholekhah
7. Binti fatichatun nafi’ah
8. Sofia Dharmayanti
9. Hickam Qudsiyya
10. Desy QM

#paradigma_imaji
#komunitasastra
#calonpenulishebat
#kolaborasipuisi

Loading...
Disclaimer
Artikel "tulisan" yang terdapat di situs web ini "ayonulis.net" ditulis oleh pengguna. pengguna / penulis yang bertanggung jawab "isi tulisan". Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab atas hal yang dapat ditimbulkan dari artikel di situs web ini "ayonulis.net, namun setiap orang dapat mengirim surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola. Pengelola situs web berhak memuat artikel hingga penonaktifan akun penulis jika tersedia konten yang dipertanyakan di web ini "ayonulis.net".
Hosting Unlimited Indonesia

Silakan berikan komentar kamu mengenai Artikel ini. "berkomentarlah dengan bijak".