Jarum jam sudah sampai pada angka sembilan. Saat ku mulai menekan tuts-tuts ini, pelan-pelan. Pelan… pelan… pelan… pelan… pelan… pelan… pelan… pelan… seperti semilir angin yang menepi di pipi. Lama-lama, semakin pelan dan tidak bergerak lagi. Aku diam sejenak.

Diam, diam, diam, tanpa melakukan apa-apa lagi. Jemariku berhenti dari ketikan. Tapi, ia masih mau berjalan. Aku enggan. Akhirnya, kami bersenyuman. Setelah ku teringat, teman.

Teman, bagaimana keadaannya? Apakah teman di sana masih teringat denganku? Atau, aku yang mesti mengembalikan ingatan pada teman? Siapakah teman yang ku ingat?

Hop! Aku tersenyum bahagia. Karena teringat seorang teman. Teman yang tidak sekalipun pernah bertatapan. Akan tetapi, seringkali mengukir sosoknya dalam ingatan. Teman ini rahasia, tapi.

Hmmm, sedikit lagi, ia pasti saja memenuhi pikiran. Aku tidak mau, di pikiranku ada teman. Apalagi yang rahasia-rahasia kayak begini, aku sangat anti. Jadinya, ku ingin memberaikan tentangnya, teman rahasiaku. Siapakah dia?

“Seuntai sapa telah kau layangkan, lewat angin yang tidak kelihatan,

Ku sahut sapa dengan senyuman, meski kita tak bertatapan,

Lihat-lihatlah teman, senyuman yang ku tebarkan, untukmu yang penuh kebaikan,

Terima teman untuk perkenalan, pertemuan, dan kebersamaan, serta persahabatan,

Kini kita memang berjauhan, tapi engkau ada dalam ingatanku,

Kini kita memang tidak berhadapan, tapi engkau ada di dalam waktuku,

Kini kita memang berbeda kegiatan, tapi aku masih menjadi temanmu,

Teman rahasia.

Yup! Kita berteman hingga ke ujung waktu, walau tiada lagi kesempatan untuk temu,

Semoga engkau di sana tetap bergerak dan melangkah menuju impianmu,

Begitu pun denganku yang terus melakukan aktivitasku,

Apakah masih rahasia namanya, kalau akhirnya engkau tahu?

Aku merahasiakannya sejak lama, siapa aku dan bagaimana. Termasuk padamu. Namun, engkau lebih rahasia lagi, dariku. Jadi, dalam hal ini, siapakah yang paling ‘rahasia’?

Aku atau engkau?

Engkau saja yaa. Buktinya, sampai saat ini aku tidak tahu engkau siapa?

^^

Loading...
Disclaimer
Artikel "tulisan" yang terdapat di situs web ini "ayonulis.net" ditulis oleh pengguna. pengguna / penulis yang bertanggung jawab "isi tulisan". Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab atas hal yang dapat ditimbulkan dari artikel di situs web ini "ayonulis.net, namun setiap orang dapat mengirim surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola. Pengelola situs web berhak memuat artikel hingga penonaktifan akun penulis jika tersedia konten yang dipertanyakan di web ini "ayonulis.net".
Hosting Unlimited Indonesia