Simfoni langit jingga I

Walau begitu dan pasti tetap akan begitu. Sekiranya gadis SMUNEL yang dilanda cinta itu dapat mendengar kalimat-kalimat indah yang dilantumkan oleh pepasiran, desiran ombak, dan aktifitas buih yang mendesisi, maka kata-kata cinta yang pernah ia sabdakan di atas tanggul akan terkalahkan oleh alunan tasbih yang merdu di atas pantai itu. Tiada sedikit pun waktu yang terlewatkan selain kalimat-kalimat tasbih yang menggema di atas pantai. Ombak bertasbih. Pasir pantai bertasbih. Buih yang putih bertasbih. Batu karang bertasbih. Sayangnya gadis boneka Barbie itu tidak mengetahuinya. Allah Yang Mahaterpuji yang memberitahukannya kepada kita.

“Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah; milikNya semua kerajaan dan bagiNya (pula) segala puji; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. At Taghaabun:1)

Duduk di atas tanggul. Menikmati angin senja yang berhembus dari seberang lautan. Memandangi desiran ombak yang saling berlomba-lomba mencapai pantai. Memberikan hikmah tersendiri bagi Yulianti. Tentang perjalanan hidup yang melalui ombak berupa ujian dan cobaan. Hempasan dan benturan ombak di atas pantai. Menghasilkan pantulan seolah-olah suara yang ditimbulkannya memberitahukan kepada dunia bahwa ia telah mencapai pantai. Suara hempasannya berupa tawa atau berupa tangisan. Kita tidak tahu. Yang ada hanyalah hikmah di balik semua itu.

ombak yang bergelombang di atas samudera adalah satu bukti terhadap kekuasaan Allah, subhanahu wata’ala. Hal itu memberitahukan kepada kita bahwa ada kekuatan dahsyat yang mendorong ombak tersebut ke pantai. Seakan-akan ada sumber tenaga dorong di tengah samudera. Tenaga itu mendorong lautan ke segala penjuru pantai yang melingkar di atas daratan dunia.

Ada samudera ada ombak. Ada ombak ada buih di lautan. Ada lautan ada pantai. Ada pantai ada cerita dalam kehidupan yang bertebaran di daratan. Dalam cerita ada kisah umat manusia. Dan selaksa kisah umat manusia menyimpan kisah-kasih yang romantis. Adapun kisah romantis itu banyak menyimpan kenangan di atas pantai ombak. Dan kenangan itu terkadang bersanding dengan sunset yang menyambut malam dengan wajah yang sejuk. Hanya Allah azza wajalla yang menciptakan semua itu. Dan rahasia di balik itu berada dalam kekuasaanNya.

Yulianti duduk mengarahkan pandangan ke titik terjauh di ufuk barat. Di sana ia tak mendapatkan jasad Imran. Namun kenangan cinta bersama Imran masih segar di benaknya.

     “Yuli…kita sedang menjalani ujian,” kata Imran sambil menatap sunset.

     “Ujian apa?” tanya Yulianti juga menatap sunset.

     “Ujian cinta.”

“Ujian cinta ibarat perjalanan panjang di atas samudera. Di seberang samudera menanti istana cinta yang megah. Kalau aku takut menyeberang samudera yang tiada henti digulung ombak derita, maka aku akan tenggelam. Aku merasakan ujian cinta tidak hanya berat, tetapi juga penuh dengan soal-soal yang akan memeras airmata dan derita.”

     “Kamu yakin itu, Yuli?”

     “Aku sedang mengalami dan merasakannya.”

     “Karena itukah kamu menangis?”

[Bersambung]

Loading...
Disclaimer
Artikel "tulisan" yang terdapat di situs web ini "ayonulis.net" ditulis oleh pengguna. pengguna / penulis yang bertanggung jawab "isi tulisan". Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab atas hal yang dapat ditimbulkan dari artikel di situs web ini "ayonulis.net, namun setiap orang dapat mengirim surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola. Pengelola situs web berhak memuat artikel hingga penonaktifan akun penulis jika tersedia konten yang dipertanyakan di web ini "ayonulis.net".
Hosting Unlimited Indonesia

1 KOMENTAR

Silakan berikan komentar kamu mengenai Artikel ini. "berkomentarlah dengan bijak".