Sehat Tanpa Narkoba
Oleh : Kelompok 6

Perjuangan Rendra dalam menyampaikan niat baiknya dan mendirikan gerakan pemuda sehat tanpa narkoba, mulai membuahkan hasil. Pasalnya, kini semakin banyak pemuda yang mau ikut bergabung kedalam komunitasnya. Sudah ada sekitar 500 lebih orang yang bergabung, tentu itu menjadi hal yang sangat membahagiakan bagi Rendra. Bahkan mereka berhasil mengadakan kegiatan-kegiatan penyuluhan tentang Narkoba ke setiap sekolah-sekolah bahkan kampus yang ada di kotanya .
Satu tahun lalu, Rendra sangat terpukul saat ia kehilangan adik semata wayangnya yang berusia 16 tahun,dan masih berstatus pelajar kelas 2 SMA. Karena pergaulan yang terlalu bebas, dan karena lengah dari pengawasan orang tua dan keluarga, adik Rendra yang bernama Yafie terjerumus ke dalam lembah hitam narkotika. Yafie meninggal karena over dosis, dan petaka itu sungguh mengguncang jiwa Rendra.
Tak pernah terbayangkan olehnya, adik yang paling ia sayangi, harus meregang nyawa karena barang tersebut. Rendra saja, yang seorang mahasiswa semester tiga, tak pernah sekalipun berani berteman apalagi menggunakan narkoba.
Tapi apa mau dikata, nasi telah menjadi bubur. Semuanya sudah terlambat. Nyawa Yafie tak bisa kembali. Rendra yang dirundung duka kala itu berjanji dihadapan mayat sang adik, bahwa ia akan menyerukan kepada semua orang, agar menjauhi barang haram itu. Ia berjanji akan menyelamatkan dan menyadarkan orang-orang bahwa narkoba itu sangatlah berbahaya.


Bukan perjalanan yang mudah bagi Rendra menunaikan janjinya. Namun Rendra tidak pernah menyerah Ia tetap berjuang dan ia tetap percaya diri untuk menyampaikan niat baik nya kepada orang-orang kalau Narkoba itu sangat berbahaya .
Awalnya Rendra memulai menyampaikan niat baiknya kepada teman-teman dekatnya terlebih dahulu, meskipun banyak penolakan yang ia terima dari teman-temannya, lalu Ia mulai menyampaikan kepada sekelompok anak sekolah yang sedang nongkrong. Dan dari satu tempat ke tempat lain, meskipun masih sama ia hanya mendapatkan penolakan dan cacian namun ia tidak pernah putus asa, ia tetap berjuang dan berusaha semaksimal mungkin .

Hingga suatu hari, ia bertemu dengan Gunawan. Mahasiswa semester tiga kuliah di kampus dan fakultas yang sama dengan Rendra, Gunawan tertarik dengan ajakan Rendra.Hingga akhirnya dia memutuskan untuk bergabung bersama Rendra untuk menyampaikan niat baiknya.

“Ren, gue ngerasa terpanggil karena niat baik lo ini. Gue mau gabung bareng lo. Gue mau bantu lo buat menunaikan janji lo sama adek lo,”ucap Gunawan pada Rendra.

“Serius lo, Gun?”

“Iya gue seriius.” Gunawan membalas.

“Alhamdulilah,” Rendra senang dan mengucap syukur karena akhirnya ia memiliki teman yang mau membantunya menunaikam janjinya pada sang adik, dan membantu orang-orang yang sedang menikmati barang haram itu untuk segera berhenti menggunakan barang itu .

Di sela-sela kesibukan perkuliahan Rendra dan Gunawan, mereka selalu menyempatkan waktu untuk bertemu, bertukar pikiran dan berniat membentuk sebuah gerakan yang mereka rancang sehingga mereka memutuskan untuk memberi nama “GERAKAN PEMUDA SEHAT TANPA NARKOBA”

Hampir setiap hari mereka mengunjungi tempat-tempat tongkrongan anak muda yang biasa mereka jadikan tempat untuk berkumpul. Memang, mendatangi tempat seperti itu, bagaikan masuk ke kandang harimau. Namun, bagi Rendra dan Gunawan itu adalah sebuah kewajiban mereka untuk mengingatkan dan menyelamatkan orang-orang, khususnya anak muda sebagai generasi penerus bangsa Indonesia ini, agar mereka tidak terjerumus kedalam lingkaran hitam narkoba yang pada akhirnya nanti akan merugikan dan merenggut nyawa mereka sendiri. Penolakan keras, itu pasti. Apalagi pada mereka yang sudah menjadi pecandu, mustahil untuk bisa melepas narkoba dengan begitu saja. Tapi lagi dan lagi Rendra dan Gunawan tidak menyerah.
“Ah!! Sok alim loe berdua. Padahal nyatanya loe berdua pengen ngrasain juga, kan? Kayak apa nikmatnya narkoba. Dasar kalian ini, da’i comberan!!!” Kata-kata itu tak jarang mereka temui kala mendatangi sekelompok remaja nakal. Bahkan ada yang sampai melukai Rendra juga Gunawan.
Namun usaha mereka tidak cukup sampai disitu. Mereka terus mengajak orang-orang untuk bergabung dengan gerakan yang mereka buat, dan mereka juga mencari alternatif lain untuk menyelesaikan niat baiknya, Gunawan dan Rendra membuat stiker dan spanduk yang bisa mereka pasang di berbagai tempat .
Dan tentunya jika ada kemauan dan tekad kuat, apalagi jika itu berhubungan dengan perbuatan baik, Tuhan pasti tidak akan mempersulit umatnya dalam melangkah menuju kebenaran.

Terbukti, berkat kegigihan juga semangat mereka, akhirnya secara perlahan-lahan orang-orang mulai percaya kepada mereka . Orang-orang di sekitar mereka mulai menyadari dan membuka mata bahwa narkoba tidak ada manfaatnya sama sekali tetapi mala merugikan diri mereka .Bahkan kini mereka tertarik untuk masuk dan bergabung di komunitas Rendra dan Gunawan. Sehingga mereka sama-sama saling bahu-membahu untuk menyelesaikan kebaikan-kebaikan untuk orang banyak dengan lantang mereka menyuarakan GERAKAN PEMUDA SEHAT TANPA NARKOBA.

Indonesia, 16 Oktober 2018

Loading...
Disclaimer
Artikel "tulisan" yang terdapat di situs web ini "ayonulis.net" ditulis oleh pengguna. pengguna / penulis yang bertanggung jawab "isi tulisan". Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab atas hal yang dapat ditimbulkan dari artikel di situs web ini "ayonulis.net, namun setiap orang dapat mengirim surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola. Pengelola situs web berhak memuat artikel hingga penonaktifan akun penulis jika tersedia konten yang dipertanyakan di web ini "ayonulis.net".
Hosting Unlimited Indonesia

Silakan berikan komentar kamu mengenai Artikel ini. "berkomentarlah dengan bijak".