Ketika hati tak mampu menepis keinginan yang berapi
Untuk terus menatap fajar tiap pagi
Namun dingin menyeruak dalam diri
Membekukan raga dan juga hati
Embun tak kunjung jatuh dari daun
Menunggu panas menguapkannya hingga ke awan
Awan pun berganti mendung hitam
Mengundang petir dan hujan.
Diri pun mengurungkan niat
memeluk butiran putih yang terjatuh dari langit
Takut kecewa untuk sekian kali
Sebab kau pun pergi meninggalkan janji untuk bertahan disini
Hati tak ingin terikat oleh iming iming kebahagiaan semu
Yang berujung hancur oleh kepergianmu
Tak ubahnya seperti pelangi
Yang datang untuk mewarnai
Namun dalam sedetik, mengilang tanpa peduli
Kau pun demikian, datang dengan harapan
Dan menghilang dengan tanpa mengabarkan
Bagai di telan ombak
Dan tak menghilangkan jejak
menyisihkan luka yang teramat menyakitkan

Loading...
Disclaimer
Artikel "tulisan" yang terdapat di situs web ini "ayonulis.net" ditulis oleh pengguna. pengguna / penulis yang bertanggung jawab "isi tulisan". Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab atas hal yang dapat ditimbulkan dari artikel di situs web ini "ayonulis.net, namun setiap orang dapat mengirim surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola. Pengelola situs web berhak memuat artikel hingga penonaktifan akun penulis jika tersedia konten yang dipertanyakan di web ini "ayonulis.net".
Hosting Unlimited Indonesia

Silakan berikan komentar kamu mengenai Artikel ini. "berkomentarlah dengan bijak".