Ini tanah air
Selutnya pernah berbaur
Hanya darah yang tumpah
Daripada liang derita para pejuang

Ini tanah air
Raganya mengemban di atma
Ruhnya berpautan di di aksa
Memadu cinta antar bangsa

Untuk cinta bersemi ketamaduan hakiki
Berlayar kasih pada keharmonian
Kamilah pejuang pembangunan abadi
Akan kami cincang cabaran merentang

Setia kami hanya untuk sang saka
Merahnya menyala laksana bara
Putihnya tulus laksana permata
Kibarnya laksana keabadian cinta

Khatulistiwa permata cakrawa
Barisan pemuda bermacam kasta
Elok sanggul menyemai budaya
Bersama kibaran bendera merah putih sang saka

Bersatu padu budaya merajut warna
Merangkai cita penuh sarat makna
Kau tahu, Indonesia ku kaya
Berjuta budaya tak jadi benalu bagi bhineka tunggal ika

Karena Indonesia ku lahir dari darah juang pahlawan bersahaja
Indonesia lahir dari cucur keringat tak berduka
Jadilah kita di atas tanah Indonesia
Melanjutkan estafet perjuangan kini dengan suka

Teduh elok senyum ibu pertiwi sangat mesra
Memandang anak bangsa dengan bangga
Anak bangsa yang mengibarkan bendera
Di negeri orang dengan cita cita

Tunjukkan patriotisme kita bukan hanya dengan kata-kata
Tapi bukti nyata
Bahwa Indonesia mengalir di setiap darah kita
Bahwa dalam hembusan nafas kita ada indonesia

Berjuang lah anak bangsa
Sebagai unjuk patriotisme kita
Kibarkan bendera Indonesia
Dimana pun kau berada

Oleh

Paradigma imaji

kolaborasi puisi kelompok 6

Indonesia, 13 Agustus 2018

Loading...
Disclaimer
Artikel "tulisan" yang terdapat di situs web ini "ayonulis.net" ditulis oleh pengguna. pengguna / penulis yang bertanggung jawab "isi tulisan". Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab atas hal yang dapat ditimbulkan dari artikel di situs web ini "ayonulis.net, namun setiap orang dapat mengirim surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola. Pengelola situs web berhak memuat artikel hingga penonaktifan akun penulis jika tersedia konten yang dipertanyakan di web ini "ayonulis.net".
Hosting Unlimited Indonesia

Silakan berikan komentar kamu mengenai Artikel ini. "berkomentarlah dengan bijak".