Satu Sisi

Oleh Meilisa Dwi Ervinda

 

Buram, kau jelas dapat melihatnya

Pengap, kau sungguh dapat menaklukkannya

Berongga, cukup kau yang merasakan

Namun satu sisi, bukan lagi engkau yang menjadi tumpuannya

 

Sejak bata kenistaan telah membentengi kepercayaan

Sungguh cerdik, semua terpandang mulus

Tanpa celah walau sesenti

Hanya engkau yang melihat, benar benar kau saja yang tampak

 

Sesak peraduan semakin menjadi

Tak sepeserpun urat nadimu mengulur tangan

Sebatas tau, itu cukup

Padahal engkau jelas dapat membekap pengap yang menjadi itu

 

Satu sisi, sepenuh hati hanya satu sisi

Bukan lagi engkau yang menjadi tumpuan

Sebatas hasrat penggebu

Ambisimu, emosimu juga dahaga nafsu yang terselubung, sangat cantik.

Kau sang pendusta

Gresik, 18 Juli 2018

Loading...
Disclaimer
Artikel "tulisan" yang terdapat di situs web ini "ayonulis.net" ditulis oleh pengguna. pengguna / penulis yang bertanggung jawab "isi tulisan". Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab atas hal yang dapat ditimbulkan dari artikel di situs web ini "ayonulis.net, namun setiap orang dapat mengirim surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola. Pengelola situs web berhak memuat artikel hingga penonaktifan akun penulis jika tersedia konten yang dipertanyakan di web ini "ayonulis.net".
Hosting Unlimited Indonesia

Silakan berikan komentar kamu mengenai Artikel ini. "berkomentarlah dengan bijak".