Fajar yang mulai menyapa, menyentuh jiwa yang kini kian menderma.Memulai rasa yang disebut cinta.Pagi cerah untuk kisah indah.Berawal dari seorang remaja yang tegah diradang dalam rasanya.Namaku Marinka, sebut saja aku Ika.Anak yang manja, cengeng, dan bisa dikatakan aku adalah gadis terbaper diantara teman kelasku.Eitss…tidak hanya itu aku juga terobsesi akan semua keinginanku.

Pagi ini, aku akan memulai awal baru dalam kehidupanku.Setelah sekian lama aku terbelenggu pilu dengan rasa patah hatiku.Sejak berpisah dengan Rahman, belum pernah aku seyakin ini untuk melupakan, meskipun sekejap aku pernah mencoba tegar.Perkataan Rara, sahabat terbaik yang pernah kumiliki, berhasil menyadarkan aku akan kebodohanku selama ini.Bagaimana tidak, aku selalu menunggu Rahman yang selalu melukaiku.Selalu mengalah dalam setiap hal.Bahkan hampir setiap hari aku menangis karna sikap Rahman yang bisa dibilang semena-mena.Dan semenjak Rara, menasihatiku saat itu, aku semakin yakin untuk benar-benar melupakan Rahman.Dan, tentunya memulai kembali kehidupanku yang baru.

Matahari yang semakin menghangatkan tubuh ini, membawaku untuk kembali melangkah, menyongsong apa yang kuinginkan untuk masa depan.Bermodal keyakinan, aku mulai menyusuri jalan dengan perlahan.Sembari ku mengingat kenangan di sepanjang jalan yang pernah ku ukir bersama Rahman.Sebelum aku benar-benar menghapus kenangan itu secara perlahan.Dengan buku yang ku bawa dalam dekapan tanganku dan tas dipunggung, aku mulai melangkah bersama keyakinanku untuk benar-benar melupakan Rahman.Di gerbang sekolah itu, semua mulai terasa berbeda.Dunia lebih indah ketika kita mau untuk melangkah menjadi lebih baik.Karena keyakinan adalah awal untuk kesuksesan yang kita impikan.

Langkah demi langkah mengantarkanku ke kelas.Dari kejauhan Rara terlihat tengah menungguku, pastinya dia akan bertanya tentang ekskul hari ini.Ya…kita sering mengikuti ekskul bersama sepulang sekolah.Sore ini kami akan mengikuti EC, yang disana ada senior kita yang benar – benar berbakat.Bahkan dia menjadi idola di sekolah kami.Sampai Rara pun ikut menjadi fans terberat dia.Cukup mengejutkan sekali, karena sebelumnya, Rara adalah gadis yang sangat tidak mempedulikan kaum lelaki.

Bel berbunyi, spontan semua siswa masuk kelas masing-masing.Tiba-tiba Rara bercerita tentang Rahman yang hari ini menanyakan aku sebelum aku datang. “Ka, tadi si Rahman nyari kamu loh”, ujar Rara.Mendengar ucapan Rara tadi, rasanya semua niat yang aku kumpulkan untuk lupa, hancur seketika.”Gila, beneran tu Ra, kamu ga bohong kan, Rahman nyari aku? “(Balasku dengan cerita Rara).” Iya, udah jangan baper lagi, dia cuma nyari kamu bukan berarti dia mau memulai kisah pilu kamu itu lagi, wkwkwk”(ejek Rara ).”Ahh…sial kamu Ra, malah ngejek aku lagi..”.Lelucon Rara benar-benar jitu untuk menghapus kebaperanku yang seketika muncul.Selain baik Rara memang gadis yang sedikit jail dan ngeselin.

Di akhir becandaan itu, terbesit dalam pikiran kami untuk menggunakan waktu istirahat nanti ke perpustakaan sekolah, mempersiapkan buku untuk ekskul sore nanti.

Setelah bel istirahat berbunyi, bersama Rara kami menuju perpustakaan.Mulailah kami mengambil buku yang kami perlukan.Tanpa sengaja, tiba- tiba aku menabrak seseorang.Dan…brukkk…semua buku kami terjatuh, aku sempat membantu orang itu merapikan bukunya dan meminta maaf.Tapi bukannya maaf dan rasa terima kasih, malah kemarahan dia yang kudapat.”Gila tu cowo ya, udah dibantuin, udah minta maaf juga, masih aja marah, dasar…baru kali ini ada cowo yang ngeselinnya setengah mati”(gumamku dalam hati.Tapi, aku tidak terlalu menghiraukannya, aku hanya berharap tidak lagi bertemu dengan dia.

Setelah menyelesaikan semua urusan di perpustakaan, aku dan Rara kembali menuju kelas.Lalu, kami menyelesaikan pelajaran selanjutnya, sampai waktu pulang tiba.
Kini hari semakin berlalu, mengantarku bersama Rara untuk pergi menuju ekskul.Disana terlihat sudah banyak teman yang tengah berkumpul.Aku bersama Rara pun ikut berbaur bersama mereka.Tak lama, suasana gempar dengan kehadiran senior yang menjadi idola siswi di sekolah kami, termasuk Rara.Dan aku, bukan malah ikut heboh bersama mereka, malah aku kesal dengan kehadiran sosok itu. Sosok yang sombong, ga tau diri, dan menyebalkan.Ya…sosok itu adalah sosok seorang laki-laki yang aku tabrak di perpustakaan tadi.Dan dia akan menggantikan guru ekskul yang tidak masuk hari ini.Menyebalkan sekali.

Selang beberapa menit, ekskul dimulai dan laki- laki tadi mulai memperkenalkan dirinya. Namanya Andika, nama yang bagus, tapi sayang orangnya benar- benar sudah membuatku kesal hari ini.Aku tak sabar menunggu waktu pulang, agar aku bisa sesegera mungkin untuk pergi dan tidak memandang wajah si Andika yang benar-benar membuatku kesal setengah mati.Sempat terbesit dipikiranku untuk ijin keluar dan tidak kembali.Tapi, rasanya itu terlalu bodoh untuk aku lakukan.Lagi pula, dia hanya menggantikan guru ekskul untuk hari ini,bukan berarti dia akan selamanya mengajar ekskul nanti.Sepertinya aku harus sabar untuk beberapa saat.Hari ini begitu melelahkan sekali, selain harus berjuang mati matian untuk move on dari si Rahman, aku juga harus berhadapan dengan si Andika yang benar-benar menyebalkan.Tapi, kalau dipikir pikir sosok Andika yang datang hari ini tengah membuatku lupa akan semua pikiranku yang sebelumnya dipenuhi oleh nama Rahman.Belum pernah ada cowok yang membuatku bisa melupakan Rahman dalam sekejap selain Andika.Lalu, apakah ini artinya aku juga menyukainya ?Ahh…tidak…rasanya itu mustahil.Andika kan, seseorang yang menyebalkan, dan selain itu dia adalah sosok idola.Sedangkan aku…?? Bukan siapa siapa.

Tak lama suara salam memecah lamunanku sesaat dan Rara, resek banget, dia meninggalkanku sendiri menikmati lamunanku.Sesaat setelah aku merapikan buku-bukuku, berdiri seorang laki-laki di sampingku.Dan dia adalah Andika.Aku sempat terkejut dan sedikit ketakutan.Mungkin dia akan memarahiku karna aku tidak memperhatikan apa yang dia sampaikan tadi.Tapi semua prediksiku salah.”Nama kamu Marinka ya, jangan kebanyakan ngelamun, nanti kesambet loh, yuk pulang bareng aku aja, aku anter, lagian temanmu Rara sudah duluan.Tadi aku sempat tanya rumah kamu juga.

Jadi ga usah khawatir aku nyasar nganterin kamu, rumah kita searah juga kok, yuk cepetan”(ujar Andika).Bukan malah segera pergi aku malah terdiam.Laki-laki yang sempat aku duga seseorang yang sangat menyebalkan seketika mau mengantarku pulang, rasanya itu aneh sekali.”Woy..mau pulang ngga? Atau mau aku tinggal?”(kembali Andika memecah lamunanku).”Eh iya, sebentar”(reflekku menjawab ajakan Andika).Aku pun tidak tau apa yang barusan ku katakan.Rasanya semua itu benar-benar tanpa ku sengaja.

Tak mau memikirkan hal itu lagi, ku kira semua bisa membaik seiring berjalannya waktu.Dan Andika juga bukan sosok yang seperti kupikirkan.Memang hanya butuh waktu untuk mengenalinya, itu saja.Lambat laun aku mengenal dia, bersahabat dengannya, entah mengapa aku merasa nyaman, melebihi saat aku bersama Rahman dulu.Kami berjalan mengikuti alur waktu yang memperkenalkan kami.Hingga tiba saat keputusan hadir diantara kami.Andika yang tak semenyebalkan yang ku pikirkan berhasil mengalihkan dunia yang pernah menjadi pilu untukku.Meskipun saat ini kami terpisah oleh jarak, tapi bukan berarti hati dan rasa kami terpisah dan hanya mengurai cinta sesaat.Karna waktu yang pernah mempertemukan dan memisahkan, aku juga yakin waktu akan kembali menyatukan.Merajut kisah antara kau dan aku.Dan suatu saat bersamamu akan selalu menjadi impianku. Salam rindu untuk rasa semu diantara kita.

Rasa untuk kita

Oleh

Komunitas sastra paradigma imaji III

Juara II dalam lomba karya tulis cerita mini.

Loading...
Disclaimer
Artikel "tulisan" yang terdapat di situs web ini "ayonulis.net" ditulis oleh pengguna. pengguna / penulis yang bertanggung jawab "isi tulisan". Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab atas hal yang dapat ditimbulkan dari artikel di situs web ini "ayonulis.net, namun setiap orang dapat mengirim surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola. Pengelola situs web berhak memuat artikel hingga penonaktifan akun penulis jika tersedia konten yang dipertanyakan di web ini "ayonulis.net".
Hosting Unlimited Indonesia

Silakan berikan komentar kamu mengenai Artikel ini. "berkomentarlah dengan bijak".