Petuah dan Ridha Ayah

Kutatap bintang dan bulan penuh takjub
Dan segala gemerlapnya gelap
Sekejap kulihat bayangan kilas
Disaat itu pula aku teringat sosok dirimu

Masa itu
Kau hampiri daku
Dengan segala rasa yang mengharu biru
Namun ku hanya terduduk lesu

Demi aku, seakan kau tak pernah letih Hapuskan tetes air mataku dan menjagaku
Seperti karang menjaga debu pasir
Kau rela diterpa deburan buih yang berlalu

Kini, berupa gundukan tanah
Dan kutatap nanar papan tegak itu
Yang beraksara namamu
Beserta tanggal terakhir kau berpetuah untukku

Maafkan daku yang belum mampu bahagiakanmu
Setiap sujud kan kusematkan namamu Agar kau terhindar dari pahitnya azab kubur
Terima kasih atas petuah dan ridhamu selama ini, Ayah

Jum’at, 27 Juli 2018
@sriwahyuniadri03
@azizahchika

#calonpenulisindonesia
#komunitassastra
#paradigmaimaji
#duetkaryapuisi
#berkaryadenganpena

Loading...
Disclaimer
Artikel "tulisan" yang terdapat di situs web ini "ayonulis.net" ditulis oleh pengguna. pengguna / penulis yang bertanggung jawab "isi tulisan". Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab atas hal yang dapat ditimbulkan dari artikel di situs web ini "ayonulis.net, namun setiap orang dapat mengirim surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola. Pengelola situs web berhak memuat artikel hingga penonaktifan akun penulis jika tersedia konten yang dipertanyakan di web ini "ayonulis.net".
Hosting Unlimited Indonesia

Silakan berikan komentar kamu mengenai Artikel ini. "berkomentarlah dengan bijak".