Mutiara memutar ulang masa, menelusuri usia, semenjak ia tiada. Tidak ia temukan ayah di sana. Mutiara bertanya,”Ayah ada di mana?”

Mutiara melanjut tanya, menuju usia senja, saat ia tiada. Tidak ia temukan ayah di sana. Mutiara bertanya,”Ayah ada di mana?”

Ia menyekap mulut agar tak bersuara/tapi mana bisa?

Mutiara seorang wanita dan punya masa depan/kelak bersama seorang pria/

Ketika ia bertanya/siapa nama ayah Mutiara?

Ia tidak bisa menjawabnya/bukan lupa/namun tidak pernah ada suara ayah, di telinga/

Mutiara bertanya/meronta-ronta pada dunia/

Ayah ada di mana?


Ayah, kelak aku dewasa/usiaku menua/ayah tetap berharga/

Bagiku, ayah adalah segala-galanya/

Ayah ada di mana?

Pulanglah ke rumah bunda/ada Mutiara juga di dalamnya/bersama adiktidak seayah-hanya sebunda/

Ayah. Terima kasih untuk menghadirkanku di dunia/

Walau ayah kandung ku tiada/aku punya ayah berikutnya/

Ayah yang penuh cinta/membagiku bahagia/

bahagia yang tidak sempurna/karena ayah tiada/

Ayah ada di mana?

 

Bunda tidak pernah bilang, siapa ayah sesungguhnya/

karena bunda tidak percaya/ku sudah bersama beliau di dunia/

tanpa pertanggungjawaban setelah ayah dan bunda bersua/

Ayah ada di mana?

 

Ayah/deras mutiara airmata/airmata Mutiara berjatuhan/

membasahi selembar kertas bertinta/

 

Semoga ayah di surga/kalau sudah tiada/

Semoga ayah bahagia/kalau masih di dunia/

Mutiara berdoa yang terbaik senantiasa/

Mutiara sangat menyayangi ibu, karena ayah tiada/

Ayah ada di mana?

 

Tidakkah ayah mendamba/senyuman indah bidadari dunia berikutnya?

Selembar wajah tersenyum ceria/bersama ayah kandungnya?

 

Sebuah curhat dari yang ada dalam ingatan. Mutiara adalah sebuah nama. Nama perempuan jelita yang senang menghiasi ruang hatiku dengan kerling mata belianya. Mata cantik tanpa cahaya. Karena ayahnya tiada. Ayah yang tidak pernah menampakkan muka, setelah berbalik raga. Sejak berlalu kala senja tiba. Setelah pertemuan rahasia dengan bundanya. Tentang hal ini siapa yang salah? Apakah ayah atau bunda? Atau, Mutiara?

Tidak ada yang patut dipersalahkan. Adalah hikmah dan pelajaran di dalamnya, menjadi pengingat diri. Supaya senantiasa menjaga dan terjaga, sebelum penjagaan tidak lagi berharga apa-apa.

Mutiara, tetap tersenyum, yaa. Engkau ada, hadir di dunia, dalam kondisi suci tanpa dosa. Ayah dan bunda yang menjadi pewarna, tentang kisah hidupmu sejak di dunia. Jangan salahkan beliau berdua, yaa.

Buat Mutiara, ingin ku titip pesan, menjadilah mutiara cinta ayah dan bunda. Tidak mudah ada yang menjamahmu tanpa engkau rela. Menjadilah mutiara paling berharga, jauh di dasar lautan kehidupan engkau berada. Selamat berpuasa, sebelum berbuka. Dan tutup mata, sebelum membukanya. Hatimu harus dan mesti engkau jaga. Semangat ya!

Loading...
Disclaimer
Artikel "tulisan" yang terdapat di situs web ini "ayonulis.net" ditulis oleh pengguna. pengguna / penulis yang bertanggung jawab "isi tulisan". Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab atas hal yang dapat ditimbulkan dari artikel di situs web ini "ayonulis.net, namun setiap orang dapat mengirim surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola. Pengelola situs web berhak memuat artikel hingga penonaktifan akun penulis jika tersedia konten yang dipertanyakan di web ini "ayonulis.net".
Hosting Unlimited Indonesia

Silakan berikan komentar kamu mengenai Artikel ini. "berkomentarlah dengan bijak".