Dalam bisu berbalut mesra jenuhku
Rangkaian sapaan turut bergelora menyambutnya
Mengusik kalbu yang sedang harmoni
Agar mengajar nurani ini berkisah

Harapku janganlah tergusur oleh pekatnya sang malam
Biarlah cerita ini berlanjut
Menyair bait demi bait
Agar waktu kembali mengingatnya

Bolehkah aku memulainya?
Dan pantaskah aku menceritakannya?
Untuk siapakah cerita ini akan berlabu pada pangkuannya?

Haruskah aku mengadu sebelumnya
Pada telaga biru yang bisu akan jawabnya
Pada karang yang tajam geriginya
Ataukah pada luasnya padang sabana yang sunyi itu

Namun sebuah jawaban tak pernah menghampiri
Aku hanya mengadunya pada kekosongan
Berjuta hampa berlimpah disana
Menguksinya untuk kembali

Hening diamku
Biarkan pada waktu yang menjawabnya
Sebab dialah mahatahu

Tentang sebuah kehidupan
Tentang sejarahnya
Tentang kenyataannya
Tentang harapannya
Tentang impiannya

Sebab dialah yang mampu merangkainya
Utuh dan abadi selamanya hingga akhir cerita hidup
———————————————–

Atambua, Medio Agustus 2018

 

Loading...
Disclaimer
Artikel "tulisan" yang terdapat di situs web ini "ayonulis.net" ditulis oleh pengguna. pengguna / penulis yang bertanggung jawab "isi tulisan". Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab atas hal yang dapat ditimbulkan dari artikel di situs web ini "ayonulis.net, namun setiap orang dapat mengirim surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola. Pengelola situs web berhak memuat artikel hingga penonaktifan akun penulis jika tersedia konten yang dipertanyakan di web ini "ayonulis.net".
Hosting Unlimited Indonesia

Silakan berikan komentar kamu mengenai Artikel ini. "berkomentarlah dengan bijak".