Semangat SenyumTerus Menulis

Write it and then, smile

Inilah salah satu alasanku, menulis. Yapz, untuk merangkai senyuman, lebih tepatnya. Mengapa? Karena terdata sudah sejak mula, ada-ada saja yang ku rasa. Rasa-rasa yang membuatku lelah menghadapinya. Rasa-rasa yang memberatkanku, hingga tak terpikul adanya. Rasa-rasa yang membangkitkan ingatku pada semua. Rasa-rasa yang memberiku sejenis himpitan tanpa bisa ku elakkan. Hingga, aku pun siap rebah. 

Write it and then, keep spirit. 

Inilah salah satu alasanku, menulis. Yes, untuk menjemput semangat, lebih jelasnya. Mengapa? Karena aku pun menyadari. Bahwa, tidak semua terjadi dan ku alami, dalam kendaliku. Terkadang, ada saja yang membuatku terlewat pikir, ujung-ujungnya diaaam lama tanpa melakukan apa-apa. Ya, sejenis merenungi takdir. Setelahnya, aku pun menulis. Menulis saja yang terpikir, sebanyak-banyaknya. Tanpa ku sadari, semangat pun hadir sedikit demi sedikit. Semangat untuk melanjutkan perjalanan hidup, bersama pikir-pikir yang hadir, kemudian.

Write it and then, read it. 

Inilah salah satu alasanku, menulis. Yuup, untuk membaca tulisan, lebih banyak. Mengapa? Saat ku tahu, sungguh sangat banyak yang tidak ku tahu. Pengetahuanku tiada, tentang hal-hal yang tidak ku tahu. Akhirnya ketahuan, kalau aku tidak tahu apa-apa. Yah, menulislah aku, akhirnya. Menulis saja, yang tidak ku tahu. Menulis tentang ketidaktahuanku. Menulis, dan kemudian membacanya, juga. Menulis dan kemudian menemukan jalan-jalan untuk membaca, lagi. Menulis dan kemudian berjumpa dengan bacaan demi bacaan yang semakin ramai. Menulis dan akhirnya, kita berjumpa di sini, teman. Pertemuan rahasia. Aha! Ini luar biasa. Rasanya, seperti tidak nyata. Memang iya, kan, yaa. 😀

Write it and then, cry it

Inilah salah satu alasanku, menulis. Yaak, untuk menangis, lebih sering. Mengapa? Sebab ku menyadari, tidak semua yang ku harapkan dapat menjadi nyata. Maka, ku tuliskan harapan, lalu menangisinya. Ketika ternyata ia selamanya adalah harapan. Harapan yang ku tangisi, dengan bulir airmata yang tidak pernah kering ini. Airmata yang ada lagi dan lagi, ku syukuri. 

Write it and then, laugh it.

Inilah salah satu alasanku, menulis. Yoops, untuk tertawa, kadang-kadang. Mengapa? Sebab aku percaya, tidak semua kisah hidupku tentang bahagia-bahagia saja. Tidak juga selamanya dalam kesedihan. Makanya, dengan menuliskannya, aku bisa tertawa seindah-indahnya. Tertawa ala bidadari, hi.hi.hi. Atau, tertawa ala peragawati, ck,ck,ck. Atau tertawa alay, ghakghakghak. Atau tertawa ala me, kekekee. Atau tertawa ala you, huahuahua. Atau tertawa ala dia, ha.ha.ha. Atau tertawa ala miaou, mehehehee. Atau tertawa ala anak-anak, ishk, ishk, ishk. Engga jelas yaa. Hahahaaaaa, begitulah, ya, begitu. 

Selain hal-hal di atas, tujuan lainnya adalah agar ku dapat bersamamu, kapanpun aku mau. Aku dapat menjagamu, setiap kali ku ingat padamu. Engkau juga, begitu. Engkau dapat menjagaku, dalam ingatanmu. Meski pun kelak ku sudah tiada, jadikan ia sebagai jalan bagimu, untuk mengalirkan untaian doa untukku yaa. Ya, dengan harapan, menulisku menjadi salah satu  cara untuk tetap ada, di dalam ingatanmu. 

Wahai, bagaimana kalau ku sudah tidak bersama ingatan lagi? Engkau dapat membaca. Bacalah tentangku, maka engkau mengingatku. Begitu pun yang ku lakukan, terhadapmu. Engkau yang juga melakukan aktivitas sama, menulis. 

🙂 🙂 🙂

[zombify_post]

Loading...
Disclaimer
Artikel "tulisan" yang terdapat di situs web ini "ayonulis.net" ditulis oleh pengguna. pengguna / penulis yang bertanggung jawab "isi tulisan". Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab atas hal yang dapat ditimbulkan dari artikel di situs web ini "ayonulis.net, namun setiap orang dapat mengirim surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola. Pengelola situs web berhak memuat artikel hingga penonaktifan akun penulis jika tersedia konten yang dipertanyakan di web ini "ayonulis.net".
Hosting Unlimited Indonesia

Silakan berikan komentar kamu mengenai Artikel ini. "berkomentarlah dengan bijak".