Aku Keyla memiliki geng teman di kampus Lola, Shinta, Putri, dan Claura. Kami bersahabat sejak waktu bangku kuliah. Sewaktu itu lola ajakin nongkrong di cafe. “Guys besok nongkrong yok di café coklat katanya sih baru buka dan harga berkualitas tidak membuat kantong nipis heheh.” “Ayok, boleh juga tu aku juga penasaran dengan cafe baru itu jam lima sore ya habis kita pulang kuliah. Kita ketemuan disana aja.” Jawab keyla. “Mu shinta, putri, claura bisa?.” “Gua sih ok,ok aja.” Jawab calura. “Aku juga bisa.” Jawab  putri dan shinta. Lalu keyla orangnya one time kasih tau “Tepat waktu ya guys jangan sampai terulang lagi ke tiga kalinya. Aku paling tidak suka menunggu.”  “Jangan menunggu kami lah itu tunggu abang yang disana hahaha.” Jawab lola. “Abang yang dimana ni?.” “Pura-pura loh tidak tau key.” Jawab calura. “Sudah, sudah nanti malah bertengkar pula. Jangan masukin dalam hati ya key mereka bercanda kadang tidak tau tempatnya.” Kata putri. “Hhmmmm.”

 

Keyla bersiap-siap dari rumah dia berangkat menggunakan kendaaran motor sekitar setengah lima keyla sudah sampai di tempat cafe tersebut. Dengan penuh semangat dan memakai baju warna merah. Katanya sih kompak dengan dress warna merah. Sesampai di tempat terjadi ketidakenakkan. Sesamapainya di cafe dia lihat bahwa dia sendiri saja yang baru dayang yang lainnya pada belum. Padahal sebelum berangkat sudah dikasih tau grup WA untuk keyla berangkat menuju lokasi. Keyla kesal dan marah.

 

“Gubrak. Aku kesal dari tadi aku menunggu orang yang tidak kunjung datang tidak tau apa menunggu itu membosankan, ini kan sudah janji 5 menit lagi ketemu. Tidak ingat apa, janji tadi dikampus. Aku paling malas menunggu ini tapi mau gimana lagi. Teman satu kampus tetap aku hargai deh. Orang Indonesia memang jam karet. Buhhh.” Gomel sendiri.

 

Keyla mengambil handphonenya, satu persatu ditelpon. Dring,dring, dring lola tidak angkat telpon darinya. Lalu di WA putri, “putri kamu dimana?.” “Hadduh aku lupa key aku ketiduran ni.” “Claura loh dimana? Gua sudah sampai ni.” “Gua habis mandi ni, tunggu 10 menit.” “Shinta kamu dimana?.” “Key aku masih di jalan ni, macet.” Keyla mendapatkan alasan dari temannya. Perasaan yang menjengkelkan.

 

 

“Padahal sudah stand by dari rumah, cantik-cantik terus aku disuruh tunggu di pakiran panas-panas, huuhfft. Lama-lama bisa hitam ni, percuma perawatan kulit dah. Ini akibat aku kecepatan kali ya. Buat keseeellll kalian tau.” Tiba-tiba juri pakir menghampiri keyla. “Non masuk aja ke cafenya, nanti lutur loh bedak tu lipstiknya sudah mau luntur.” “Apaan sih pak, terserah aku dong mau nunggu dimana kan aku bayar nanti pakiran.” “Ohalah non sombong kali ya di kasih tau tidak baik jawabannya. Kuliah dimana sih non? Tidak diajari ya sopan santun sama dosennya.” “ Kenapa bapak pakir ini cerewet betul tidak tau apa aku lagi kesel. Terus kalau akau sebut kuliah dimana dia mau apa bantuiin aku.”  Kata keyla sambil memegang hp. “Lihatlah sepuluh menit mereka tidak kunjung datang aku pulang. Hilang kesabaran aku dibuatnya. Dasar orang Indonesia jam karet. Kesallllll.”

Kemudian keyla masuk ke cafe itu, keyla pesan minuman dan tempat. Lalu keyla sibuk dengan gadgetnya. Tiba-tiba seorang cowok datang. “Mba boleh aku duduk di sini. Keyla tidak jawab dan menghiraukan karena lagi kesal.” Cowok itu duduk dan dia juga lagi menunggu temannya. “Mba lagi nunggu teman ya?” “Iya sambil jawab jutek.” “Sama aku juga nunguiin teman dari tadi.” “Kesal aja ni dari tadi aku nunguiin dan ujung-ujungnya aku minum sendiri, makan sendiri dan sewa tempat sendiri. Kalau tau begini mending dah aku tidur di rumah, tak habiskan waktu.” “Sabar mbak, sebentar lagi pasti temannya mba datang.” “Boleh tau aku namanya kamu siapa?.” “Aku keyla.” “Keyla nama yang sangat indah seperti orangnya cantik.” Sambil bicara pelan-pelan. “Apa?.” “Tidak ada, aku kelvin masih kuliah di salah satu Universitas Riau.” “Oh iya? Aku juga kuliah di Universitas Riau. Tidak sangka ya kita bisa ketemu disini. Tanpa sengaja loh.” Keyla mulai tidak galak lagi. “Iya mbak.” “Tidak usah panggil aku mbak. Panggil saya keyla.” Seiring mereka ngobrol berdua. Handphonenya keyla berbunyi bahwa lola, shinta, putri dan claura tidak jadi datang dengan serentak mereka ada urusan yang harus diselesaikan. Keyla elus dada. “Kenapa key? Teman kamu tidak jadi datang ya?.” “Ya begitulah Kelvin aku di phpin. Sudah stay dari tadi. Kalau aku tidak suka mengingkari janji yang sudah dibuat. Kalau iya,iya kalau tidak ya tidak.” “Tenang kalau teman kamu tidak jadi datang kan setidaknya ada yang menemani kamu.” “Siapa?.” “Aku, dengan pertemuan ini kita bisa kenal kan? Ternyata kita satu kampus. Beda jurusan tidak masalah satu almamater itu yang penting.” “Kamu ini bisa saja ya kelvin.” “Teman aku juga tidak datang, menunggu benar-benar buat kita marah ya.”

Loading...
Disclaimer
Artikel "tulisan" yang terdapat di situs web ini "ayonulis.net" ditulis oleh pengguna. pengguna / penulis yang bertanggung jawab "isi tulisan". Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab atas hal yang dapat ditimbulkan dari artikel di situs web ini "ayonulis.net, namun setiap orang dapat mengirim surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola. Pengelola situs web berhak memuat artikel hingga penonaktifan akun penulis jika tersedia konten yang dipertanyakan di web ini "ayonulis.net".
Hosting Unlimited Indonesia

Silakan berikan komentar kamu mengenai Artikel ini. "berkomentarlah dengan bijak".