Mengapa ayah membenciku ?
(Oleh : Ardi Muh. Syadir)

Hari ini aku tengah dalam perantauan di daerah Makassar, di dalam kamar kost yang sempit ini aku terbaring santai menghela nafas panjang, lalu terlintas di hati tentang ayah. Ayah aku merindukanmu, aku menyayangimu, dan aku mencintaimu. Rasanya rinduku tak bermuara, cinta dan kasihku tak terbalaskan karena ayah sangat membenciku. Entah apa yang telah ku perbuat sehingga ayah membenciku.

Menatapku saja ia tak mau, apatahlagi lagi berbicara denganku, padahal dalam hati kecilku ingin sekali berkata “Ayah Aku rindu Pelukmu, Kasih sayangmu aku butuhkan”, tapi sungguh niat baik itu terkurung sebab aku telah di benci olehnya, Aku tak mengerti mengapa aku di perlakukan seperti ini, aku begitu asing di mata ayah mungkinkah aku tlah di anggapnya orang lain…. ?

Mungkin, Tapi jujur ayah aku sayang padamu, tahukah ayah dalam perantauanku ini aku sering menangis mengingatmu, mengingat saat ayah tak berlaku adil padaku hari ini tak ada ayah yang akan memarahiku walau kini ayah sudah lanjut usia tapi mengapa engkau masih membenciku, harusnya ayah sadar di usia lanjut ayah butuh seorang anak tuk temani ayah, merawat ayah, apa lagi ayah sekarang sakit sakitan, aku ingin kembali dari perantauan ini tuk merawat ayah tapi aku ragu sebab kebencian terhadapku masih bersaran dalam hati ayah.

Ah, (Gumangku dlam hati) rasa benci ayah tak akan menjadi penghalang untukku mengabdi, ku akan terus berdoa dan berusaha merebut cinta dan kasih sayangmu meski kebencianmu tak beralasan untukku.
Jujur saja sebagai seorang anak pasti butuh yang namanya kasih sayang, tapi kenapa ayah begitu beda dengan yang lain , selama ini aku begitu teracuhkan, bahkan sangat merindukan pelukan sesosok seorang ayah yang akan mengelus-elus kepalaku sambil berkata ( oh anakku aku bangga padamu, aku sayang kamu).
Tapi itu hanyalah harapan belaka, yang terabaikan yang tak mungkin kudapatkan. Kata yang seringkali terucap dari bibir ayah hanyalah perkataan yang tak seharusnya di ucapakan (kasar).

Oh Tuhan sungguh hati ini hancur berkeping keping dengan begitu perihnya , Harusnya seorang ayah itu membimbing anaknya agar menjadi anak yang berbakti dan berhasil untuk mencapai cita cita sang anak, harusnya seorang ayah itu memberikan kasih sayangnya pada anaknya, harusnya begitu tapi ini lain, justru seorang ayahlah yang akan menenggelamkan anaknya dalam Keterpurukan duniawi.
Oh sungguh Ayah membenciku tapi mengapa .
mengapa ayah ?
Apa salahku ?
Apa Dosaku ?
Apakah kehadiranku di dunia ini tak engkau harapkan ?
Apa dosaku ayah ?
Di mana hatimu ayah.. ?
Ini aku anakmu darah daginmu dalam tubuhku ada darahmu yang mengalir, tapi mengapa engkau membenciku,. Ayah aku butuh jawabanmu, aku butuh penjelasanmu, Jika Tuhan saja mengijinkanku untuk hadir di bumi ini, lalu mengapa engkau membenciku ?. Ayah, aku butuh sosokmu, aku butuh nasehatmu, agar aku lebih kuat menghadapi kenyataan hidup ini. Ayah…

Ayah, Aku memang anak lelaki, anak yang kuat tapi tak bisa di pungkiri jika aku butuh pelukan darimu, saatku kembali dari perantauan tuk mengobati rasa rinduku.
Tapi apa yang ku dapat hari kemarin saat aku kembali dari perantauan, Oh sungguh menatapku saja engkau tak mau apa lagi aku yang memelukmu, Ataukah memeluk anakmu ini yang rindu akan sesosok ayah , Masih ku ingat waktu itu ( aku sedang di makassar dan terdengar kabar aku Hilang, walau sebenarnya pada saat itu aku sedang pindah kerja tapi tak ada satu pun teman yang tahu sebabku diam diam , hingga salah satu temanku memberi kabar pada ibu bahwa aku hilang, walau sebenarnya tidak.)

Selama tiga minggu berlalu aku tak ada kabar tapi apa ayah justru senang bahkan tak peduli, hanya ibu yang selalu meresahkanku saatku jauh dan di tengah kesusahan.
Dan pada akhirnya akupun kembali ke rumah. Waktu itu aku datang kerumah secara diam diam, sebab aku takut ketahuan ayah dan memarahiku, sebab di saat ia melihatku ia selalu marah.
Perjalanan selama 5 jam antara makassar ke bulukumba akupun tiba di depan rumah, dengan mengantongi uang Rp 250.000.00, Mobil yang ku kendarai tlah pergi aku pun melangkah memasuki pintu utama rumah secara diam diam , aku mencoba membuka pintu akan tetapi ternyata terkunci, aku kembali melangkah ke samping rumah mencari jendela yang terbuka berharap ada jalan masuk, sebab aku takut jika mengetuk pintu dan ayah tau bahwa itu aku.
Jadi aku menyelinap masuk diam diam dalam rumah lewat jendela , akupun bergegas masuk dan hanya menyimpan ransel yang berisikan pakaian. Lalu akupun pergi ke rumah saudara ibu untuk istrahat di sana.

Keesokan harinya ibu datang ke rumah saudaranya bersama adikku sebab ibu sudah rabun di usia muda sebelum aku lahir, pada saat itu aku masih tertidur dikarenakan masih kelelahan. Tadi malam, sepupuku pun membangunkanku dan berkata Ibuku datang.
Aku pun terbangun dan menemui ibu, sikuranna nu rie’nak tala pau pau?( kapan datang nak tidak bilang bilang ?) Kata ibu saat itu , di susul dengan ucapan antere’kko mae sikua’allo tappelakko bede’..? (kemana akhir akhir ini saya dengar kamu hilang) tanya ibu,
Iye’sihangi ma’ anre’ja ku lampa lampa ma” ( ia tadi malam ibu tidak kemana mana ibu)… jawabku.
Dengan rasa rindu yang bersaran di hati ibu, ibu pun menghampiriku dan memelukku pada saat itu.
Ia itulah seorang ibu , aku sangat bersyukur masih memiliki seorang ibu yang sayang padaku walau ayah membenciku, tak peduli lagi kebencian ayah sebesar apa terhadapku sebab masih ada ibu yang selalu setia mendengar keluh kesahku dan memberikan kasih sayangnya padaku.
Dalam kamar ini hatiku terus saja bertanya tanya tentang ayah yang begitu tega membenciku. itulah yang menjadi tanda Tanya besar bagiku sampai saat ini yang belum jelas ku ketahui apa sebab mengapa ayah begitu benci terhadapku.
Ayah, kebencianmu, tak akan menghalangiku untuk mendoakan yang terbaik,. Jika memang aku salah, maafkan aku ayah.

Loading...
Disclaimer
Artikel "tulisan" yang terdapat di situs web ini "ayonulis.net" ditulis oleh pengguna. pengguna / penulis yang bertanggung jawab "isi tulisan". Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab atas hal yang dapat ditimbulkan dari artikel di situs web ini "ayonulis.net, namun setiap orang dapat mengirim surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola. Pengelola situs web berhak memuat artikel hingga penonaktifan akun penulis jika tersedia konten yang dipertanyakan di web ini "ayonulis.net".
Hosting Unlimited Indonesia

Silakan berikan komentar kamu mengenai Artikel ini. "berkomentarlah dengan bijak".