Gumam senja kusumba
Karsa bersarang di atma
Tulus hati merelakan
Lusuh hati tak terelakkan

Mengulung kertas biru
Terulas kata sendu
Merintis antar rindu
Relakan walau hati menderu

Kalang kabut relung hatiku
Seperti di belenggu
Kalbu terus saja menderu
Untuk mendesak mengikhlaskanmu

Suara tangis di kegelapan malam
Menyiksa kalbu wahai pujaan
Kisah sudah dimulai dari awal
Kini menjalani dengan jiwa yang lapang

Merelakan bentuk keikhlasan
Dari sebuah perasaan
Yang telah memperjuangkan
Dariku wahai pujaan

Aku tersenyum lega melepasmu
Kubiarkan kau mencari pilihanmu
Dan dia yang membuatmu terbelenggu
Karena bukan aku yang kau tuju

Meski tak mudah bagiku
Sebab sayup memori terus menyapaku
Dari pada kalbu kian terbelenggu
Segera kubuka lembaran baru

Nusantara, 27 Agustus 2018

Yang mengerjakan πŸ“πŸ™‡:

1. Muazarah Saputri
2. Natasya Azlia
3. Erni kurniawati
4. Ainun Ambarsari
5. Ramona Dea Novera

Yang tidak mengerjakan 🍁 :
1. Dhimasmp
2. Rachmadi

#paradigma_imaji
#komunitasastra
#calonpenulishebat
#kolaborasipuisi
#kelompok_6

Loading...
Disclaimer
Artikel "tulisan" yang terdapat di situs web ini "ayonulis.net" ditulis oleh pengguna. pengguna / penulis yang bertanggung jawab "isi tulisan". Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab atas hal yang dapat ditimbulkan dari artikel di situs web ini "ayonulis.net, namun setiap orang dapat mengirim surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola. Pengelola situs web berhak memuat artikel hingga penonaktifan akun penulis jika tersedia konten yang dipertanyakan di web ini "ayonulis.net".
Hosting Unlimited Indonesia

Silakan berikan komentar kamu mengenai Artikel ini. "berkomentarlah dengan bijak".