Kepada Ibunda Terkasih
Oleh:Pencil_Kayu

Lihatlah kemari, hari ini hati dikoyak ambisi
Gengsi-gengsi mengintimidasi nurani
Mengurai tenun suci nan agung putri kekasih
Ibunda penyapi hati
Betapa letih bagai menggali kubur sendiri
Mati mengemis emas permata materi duniawi

Ibunda tercinta
Jiwa dilanda resah, karena kehilangan daya menyulam nada-nada cinta
Langkah ke tangga demi langkah hanya mengejar tahta dunia
Berharap menuai puja dari lautan lisan insan
Sementara harapan akan sambutanmu sirna ditelan gulita

Ingin sekali ini ku dengar seruan seruling bambu
Untuk sekedar mengusir pilu dalam getir rindu
Ingin sekali kudengar getar harapan
dalam nyanyian yang diredam bisu

Tak seperti dulu,
Suara masih merdu menghibur peluh
Kata-kata tak ternoda debu nafsu
Tetapi kini suara dicumbu dusta
Kata-kata telah diperkosa nafsu amarah
Hingga nyanyian cinta mu kini bagai abu disapu debu

Namamu selalu kuseru ketika mengahadapi ketakutan
Perlahan kulupakan dalam pesta semalam
Namamu yang kuingat hanya dikala tersengat musibah
Dan perlahan aku khianat seolah-olah lupa
Diperdaya nikmat dunia

O..ibunda, ibuku
Aku tak tahu
Apakah aku pencinta yang mencinta mu
Ataukah hanya pendusta yang berdusta atas namamu
Aku tak tahu apa aku perindu yang merindu mu
Ataukah hanya penipu yang menipu atas namamu
Apakah aku salah satu dari putra-putramu yang bersungguh-sungguh
Ataukah bagian dari mereka para kaum-kaum palsu

Disini tak lagi kudengar suaramu
Betapa aku jauh melaju dibawah gemuru nafsu
Mengejar semu
Betapa aku keliru menyangka kau dapat kusentuh dengan tangan kusamku yang mencuri kepingan perak dan permata
Betapa aku malu mengaku putramu
Ibu, ibundaku terkasih

ibu kenapa kini kau bisu
apa karena aku tak lagi mampu mendengar suaramu
apa karena aku yang tak lagi layak merindu mu
Apa karena cinta yang hanya pura-pura sekedar lakon sandiwara saja

Lihatlah kemari ibu
Betapa perih meneguk semangkuk rindu
Kenangan, perpisahan, percintaan, pertemuan,
Mengoyak kalbu

Dengarlah kesini ibunda
Ibuku tercinta
Betapa sedih hati menyaksikan hari membawa kau pergi
Betapa sepi hati di tinggalkan kau pergi
sendiri
Selesai.

[zombify_post]

Loading...
Disclaimer
Artikel "tulisan" yang terdapat di situs web ini "ayonulis.net" ditulis oleh pengguna. pengguna / penulis yang bertanggung jawab "isi tulisan". Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab atas hal yang dapat ditimbulkan dari artikel di situs web ini "ayonulis.net, namun setiap orang dapat mengirim surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola. Pengelola situs web berhak memuat artikel hingga penonaktifan akun penulis jika tersedia konten yang dipertanyakan di web ini "ayonulis.net".
Hosting Unlimited Indonesia

Silakan berikan komentar kamu mengenai Artikel ini. "berkomentarlah dengan bijak".