Hujan Terakhir
Ibu, sebuah panggilan untuk seorang wanita yang melahirkan dan membesarkan kita dengan setulus hati serta kasih sayang yang sangat berlimpah. Tapi bagaimana jika kamu tidak pernah mendapatkan itu semua meski dari ibu kandungmu sendiri. Bagaimana jika kehadiranmu disana tidak pernah dianggap ada dan berarti. Apakah kamu pernah berfikir jika kamu pergi jauh mungkin semuanya akan merasakan lebih baik, dan apakah mereka akan merasakan sebuah kehilangan?. Tapi, rasa ragu akan kesedihan yang bahkan mungkin tidak terjadi ketika kepergianmu membuatmu menngurungkan niatan itu, dan lebih memilih bertahan hingga waktu yang memutuskan bahwa kamu harus pergi saat itu juga.
Ini hanya sebuah cerita mini dari seorang gadis kecil bernama Diana, gadis kecil yang sangat menyukai hujan, tapi harus berjauhan dengan hujan karna sebuah alasan. Di usia yang masih belia Ana (panggilan dari kakak tercintanya) sudah memiliki sifat yang sangat dewasa. Bahkan dia juga sudah mengerti akan sikap ibunya yang sangat berbeda kepadanya. Walaupun Koko (kakak Diana) sering mengatakan bahwa itu hanya efek dari ibu mereka yang lelah bekerja, tapi Diana mengerti, bahwa kakaknya berbohong untuk membuatnya tidak merasa tersisihkan. Diana adalah gadis yang sangat pintar, dia selalu mendapatkan pringkat yang memuaskan, hanya saja ibunya tidak pernah mengakui kepintarannya dan selalu mengatakan bahwa Diana adalah anak yang bodoh.
(
Pernah sekali Diana merasa kesal dengan apa yang ibunya katakan, hingga Diana memutuskan untuk pergi menginap dirumah temannya yang tak jauh dari rumah. Meskipun masih siang tapi saat itu hujan turun dengan sangat derasnya. Rasa kesal karena perkataan ibunya membuat ia melupakan janji terhadap kakak tercintanya itu, dengan kaki-kaki mungilnya dia berlari dibawah guyuran hujan untuk menginap di rumah sahabat baiknya.
“Kakak pasti akan marah jika tau aku berlari dibawah guyuran hujan. Tapi aku hanya ingin pergi sebentar, agar mama tau jika aku pergi lama nanti mama tidak akan merasa kehilangan. Apalagi mama memang tak pernah memikirkan diriku” Pikirnya kala itu. Dan bergegas memencet bel rumah milik sahabatnya itu. Badan kecilnya menggigil kedinginan, wajahnya pucat pasi, tanag dan kaki mulai mengeriput karna dinginnya cuaca. Tante Maya yang saat itu membukakan pintu pun segera menyuruh Diana untuk masuk dan berganti baju menggunakan baju anaknya.
“Ana, kenapa kamu hujan-hujanan sayang, nanti kamu bisa sakit ana. Koko juga pasti bakalan marah sama kamu karna hujan-hujanan, kndisi tubuh kamu itu sangat rentan dengan udara dingin apalagi hujan.” Ucap tante Maya perhatian dan khawatir jika terjadi apa-apa dengan Diana.
“Umi memang baik yah, selain dokter yang handal umi juga sangat menyayangi Ana seperti menyayangi Bella. Andai saja yang mengatakan hal barusan itu mama, Ana pasti akan merasa bahagia.” Perkataan dari gadis polos yang mampu membuat Tante maya terenyuh dan membuat Bella meneteskan air matanya sedih.
“Ana mau tidur disini sama Bella, bolehkan umi?”tanya Diana, sambil memasang ekspresi memohon. Dan kalian pasti tau, jawaban dari tante Maya. Yaps, tante Maya hanya mengangguk sebagai jawaban. Dan menyuruh nya untuk segera beristirahat.
(
“Hahahahaha, kamu kasihan banget sih Ana. Asalkan kamu tahu ya, ibu kamu itu marah sama kamu karena kamu yang udah buat ayah kamu meninggal. Kasihan bangetsih, udah ditinggal ayahnya mati dibenci juga sama ibunya. Tinggal kakak kamu tuh yang sayang sama kamu. Tapi mungkin kakak kamu juga bakalan ninggalin kamu. Dasar anak sial. HAHAHAHAHA” begitulah hinaan yang selalu Diana dapatkan ketika berada disekolah. Dan Bella selalu ada untuk membela Diana. Mau bagaimanapun kepergian ayah-nya adalah sebuah takdir, bukan karna Diana.
Malam ini hujan kembali turun dengan deras, Diana hanya bisa melihat hujan dari dalam kamarnya. Ingin rasanya dia merasakan diterpa air hujan seperti dulu, saat dia menginap dirumah Bella. Ingin rasanya Diana menyentuh dan merasakan hujan untuk yang terakhir kalinya. Dengan langkah pasti diana menuju meja belajarnya dan mengambil selembar kertas, jari-jemarinya mulai menari diatas kertas putih itu. Menuliskan sebuah pesan, dan kerinduan yang sangat iya rindukan dari ibunya. Menuliskan sebuah harapan-harapan kecil ketika bersama ibunya. Tangis mulai membasahi pipi chuby gadis kecil itu, entahlah dia hanya merasa jika dia akan pergi jauh unntuk selamanya. Meninggalkan ibu dan kakak yang sangat dicintainya, dan bertemu dengan ayah yang sangat dia rindukan.
Dengan langkah pasti gadis itu melangkah keluar rumah, dia tau bahwa hujan yang akan mengantarkannya untuk bertemu dengan ayah. Bahkan sekarang dia melihat bayangan ayahnya di tengah hujan. Mengajaknya untuk bermain hujan bersama, kemudian pergi ketika hujan telah berakhir. Tidak menghiraukan apa yang akan kakak nya lakukan jika tau dia bermain hujan, bahkan dimlam hari, yang diana inginkan sekarang hanya memeluk ayahnya dan ikut bersama menuju rumah barunya. Menghilangkan sedih, da sakit karena sifat ibu.
Hujan malam ini menjadi saksi, seorang gadis kecil yang sangat merindukan sosok ibu yang mencintainya, merindukan belaian lembut mengusap kepalanya, kini dia telah pergi. Meninggalkan beberapa orang yang sangat mencintai, dan menghawatirkannya, meninggalkan tante Maya yang menganggapny anak sendiri, Meninggalkan Bella yang selalu ada untuknya, meninggalkan Koko, yang selalu berusaha menghiburnya dikala sedih dan selalu memberinya nasehat-nasehat yang menyejukan hati, dan Diana juga harus meninggalkan Ibu tercintanya. Semua kini telah berakhir menuju kebahagiannya masing-masing, mungkin setelah ini ibunya akan mengerti bahwa dia akan merasa sangat merindukan Diana, sangat mencintai Diana, dan sangat menyesali tindakannya selama ini kepada diana.

Tapi namanya penyesalan selalu ada dibelakang, bukan?, jika berada didepan setiap orang pasti tidak akan berbuat salah, dan penjara tidak akan penuh dengan penjaha. Semua kisah memiliki pelajarannya masing-masing. Jadi hargai mereka yang berada disekelilingmu saat ini. karna ketika mereka pergi kamu baru akan merasakan apa yang namanya kehilangan

Kamis, 26 Juli 26 Juli 2018
Yang Mengerjakan:
Aella febiolla
Erfan N
Ummi Fitri
Lisdaroro

Yang tidak Mengerjakan:
Angesti
+6281375004979
YONG
+6281271623074

Loading...
Disclaimer
Artikel "tulisan" yang terdapat di situs web ini "ayonulis.net" ditulis oleh pengguna. pengguna / penulis yang bertanggung jawab "isi tulisan". Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab atas hal yang dapat ditimbulkan dari artikel di situs web ini "ayonulis.net, namun setiap orang dapat mengirim surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola. Pengelola situs web berhak memuat artikel hingga penonaktifan akun penulis jika tersedia konten yang dipertanyakan di web ini "ayonulis.net".
Hosting Unlimited Indonesia

1 KOMENTAR

Silakan berikan komentar kamu mengenai Artikel ini. "berkomentarlah dengan bijak".