Rucita lintang bertebaran
Baswara dalam gelap malam
Indurasmi menenangkan atma
Diterangi bagaskara dari arah berlawanan

Dinding tegap menghadang
Dua insan bertautan
Menjamah anca berduri
Tak tahan membancang duka

Asa meramu konsolidasi amor
Hingga imajinasi cakrawala amba
Sanggahan akan delusi cipta
Siang dan malam laju beradu

Engkau mencintai Bunda Maria
Daku bersimpuh di naungan Allah
Asmaraloka tak sempurna
Layaknya rembulan membelah malam

Bongkahan hitam menggumpal tebal
Meringkup suasana diantara kita
Bak bagaskara merindu purnama
Bertautan tapi tak kan sampai

Jamanika surya menjamah senja
Aksa berdebar tak terkira
Kalbu jatuh pada hal berbeda
Yang tak bisa disatu hanya dengan cinta

Rahsa kisah dewa dewi cinta
Menabur duri diatas nabastala
Menghujani perih diatas luka
Anala menjalar membisui kita

Daku tak tahan akan duka
Daksa ingin berdamping tawa
Diantara benteng kemustahilan
Gelabah menghujam atma

Kekar tembok pemisah itu
Tiada celah apalagi cahaya
Simpul senyummu pedar bersama jingga
Daya ini tak kuasa menahan senja

Malam kelam tak bertuah
Menyelipkan sembilu perbedaan
Hati ini meradang tangis tanya
Pada sarayu yang berdesus kejam.

Kolaborasi puisi
Tema : perbedaan
Judul : Diskrepansi Akidah
Oleh : kelompok 4

Nusantara, 13 Agustus 2018

Yang mengerjakan
1. Nunuk Widiyanti
2. Nur Syaafiqah binti nahlil
3. Nurmia Fitriyani
4. Ramadani Arosad

#paradigmaimaji
#komumitassastra
#calonpenulishebatindonesia
#kolaborasipuisi

Loading...
Disclaimer
Artikel "tulisan" yang terdapat di situs web ini "ayonulis.net" ditulis oleh pengguna. pengguna / penulis yang bertanggung jawab "isi tulisan". Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab atas hal yang dapat ditimbulkan dari artikel di situs web ini "ayonulis.net, namun setiap orang dapat mengirim surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola. Pengelola situs web berhak memuat artikel hingga penonaktifan akun penulis jika tersedia konten yang dipertanyakan di web ini "ayonulis.net".
Hosting Unlimited Indonesia

Silakan berikan komentar kamu mengenai Artikel ini. "berkomentarlah dengan bijak".