Pict by Bunga Widari
  • Untukmu, Pemilik Rindu
    Karya Bunga Hapsari

Kuaduk rasa cemas bercampur dengan gelagat rindu yang sangat jelas.
Kutemukan potretmu, dengan dua tongkat disudut bahu.
Apa yang kausembunyikan, tuan?
Jika kau lelah, kemarilah.
Letakkan segala sesak, biar kupikul sejenak.

Kau bilang tak ada apa-apa
Dua tongkat pada kedua tanganmu, jelas bukan pertanda bahagia.
Tangisku pecah, merekah lalu semerbak ke segala arah.

Kulangitkan do’a
Namamu, adalah tokoh utama yang kusebut tiada habisnya.
Asa yang akan menembus batas tanpa kau ulas. Jelas padamu, ia bermuara.

Untukmu,
Meski jauh,
meski tak pernah mengaduh,
Aku meraung ingin sekali menyentuh.
Aku menggila ingin sekali membasuh
Menyeka segala peluh, melayangkan rindu untuk berlabuh.

Untukmu, penyebab candu.
Aku meronta hebat ketika luka membuatmu terjerembab.
Aku menyeduh resah menjadi tangis yang membuncah.
Tidakkah aku cukup nyaman untukmu melabuh lelah?
Berbagilah!
Entah suka, aku senang hati menerima
Meski duka, aku siap selalu menyeka.

Untukmu yang tersayang.
Jika barisan diksi tak cukup mewakili, aku tak peduli!
Melalui aksara, kusuratkan segala rasa.

Padamu, Tuan di seberang.
Mengecap jumpa adalah angan.
Melebur rindu, tujuan empu
Meski candu, tetap saja kujamu
Legit senyummu, adalah seduhan waktu yang kian memacu.

Jepara, 22 Juli 2018

 

Loading...
Disclaimer
Artikel "tulisan" yang terdapat di situs web ini "ayonulis.net" ditulis oleh pengguna. pengguna / penulis yang bertanggung jawab "isi tulisan". Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab atas hal yang dapat ditimbulkan dari artikel di situs web ini "ayonulis.net, namun setiap orang dapat mengirim surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola. Pengelola situs web berhak memuat artikel hingga penonaktifan akun penulis jika tersedia konten yang dipertanyakan di web ini "ayonulis.net".
Hosting Unlimited Indonesia

Silakan berikan komentar kamu mengenai Artikel ini. "berkomentarlah dengan bijak".